pada saat yang sama, terkadang aku tidak dapat menahan untuk melihat kebelakang.
aku tidak dapat berhenti untuk bertanya pada diri sendiri : apakah salah untuk mencintainya?
aku tidak tahu. namun hal itu terjadi, dan aku tidak dapat mengubahnya.
aku hanya dapat mengenangnya, memahami bahwa itu tidak ditakdirkan untuk terjadi...dan mencoba untuk belajar darinya.
beberapa hubungan, tidak peduli betapa nyata atau penting, adalah terlalu ekstrim, terlalu berbahaya, terlalu melelahkan untuk dipertahankan.
terkadang, diluar keinginanku, aku masih memimpikan dirinya.
kadang merasakan kehadirannya dikeramaian.
aku tidak dapat menghilangkan perasaan bahwa dia masih ada..
namun aku percaya satu hal: bahwa takdir apapun yang kumiliki, hidupku memang dimaksudkan untuk satu tujuan, hingga dirinya muncul.
tujuanku kemudian berubah secara radikal dan mengagumkan.
dan sekarang, setelah dia pergi, tujuanku berubah kembali.
jika siang dan malam dapat berputar kembali, aku masih yakin bahwa kita ditakdirkan untuk bertemu dan saling mencintai, juga merasakan luka dari kekecewaan yang dalam.
aku akan selalu mencintainya, aku tidak akan melupakan dirinya.
hidupku dipenuhi kebahagiaan tak terbatas karena aku mengenalnya, dan karena dia membiarkanku pergi.
hidupku kini milikku, dan aku tahu sebaiknya memang begini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar